Memahami al-Qur’an tidak cukup hanya dengan mengandalkan penguasaan bahasa Arab, apalagi hanya dengan bekal terjemah. Dibutuhkan banyak piranti untuk dapat memahami al-Qur’an dengan benar agar tidak terjatuh dalam penafsiran yang arbriter. Salah satu piranti yang dibutuhkan dalam memahami al-Qur’an adalah asbāb al-nuzūl. Ibnu Daqīq al-‘Īd berkata,
Kamis, 19 Januari 2017
Pembakuan Mushaf Uthmani
A. Pendahuluan
Salah satu aspek kajian al-Qur’an yang paling mendapat perhatian dan menimbulkan banyak kontroversi adalah sejarah kodifikasi al-Qur’an dan pembakuan Mushaf Uthmānī. Sudah sejak abad 2 H. kajian sejarah al-Qur’an menjadi perhatian ulama Islam. Mereka melakukan kajian tentang perbedaan Mushaf yang beredar di beberrapa wilayah Islam. Ibnu Amir dengan Ikhtilāf Maṣāḥif al-Shām wa al-Hijāz wa al-‘Irāq, al-Kisā`iy dengan Ikhtilāf Maṣāḥif Ahlu al-Madīnah wa Ahlu al-Kūfah wa Ahlu al-Baṣrah, Khalaf bin Hisyam dengan Ikhtilāf al Maṣāḥif dan Ibnu Abi Dawud al-Sijistāny dengan al- Maṣāḥif adalah beberapa contoh
Kamis, 23 Oktober 2014
Gagasan Tafsir Progresif Dawam Raharjo
Sejatinya Prof. Dr. M. Dawam Raharjo bukanlah sarjana tafsir. Kuliah formalnya mengambil jurusan ekonomi. Demikian pula karir akademiknya di bidang ekonomi. Bahkan gelar Dr Hc-nya juga diperoleh di bidang ekonomi. Namun, kajian tafsir di abad kontemporer memang memperlihatkan kecenderungan lintas disiplin. Beberapa sarjana non agama turut andil dalam memperkaya kajian tafsir. Sahrur seorang insiyur Syiria yang menulis al-Kitāb wa al-Qur`an; sayyid qutb lulusan sastra dan pendidikan
Sabtu, 18 Oktober 2014
Rasulullah Ṣalla Allah ‘alaihy wa sallam buta huruf?
I. Tentang Surat al-‘Alaq
Surat al-‘Alaq termasuk di antara surat yang memiliki lebih dari satu nama. Di samping disebut al-‘Alaq, surat ini juga disebut surat Iqra` atau Iqra` Bismi Rabbika atau Iqra` Bismi Rabbika al-Ladhī Khalaq. Al-Bukhari di dalam al-Jāmi’ Ṣahīh menggunakan sebutan Iqra` Bismi Rabbika al-Ladhī Khalaq[1]. Sebagian naskah al-Jāmi’ Ṣahīh ada pula yang menyebutnya surat Iqra`[2]. Tirmidzi menyebutnya surat Iqra` Bismi Rabbika[3]. Nawawi al-Bantani menyebut nama lain, yaitu al-Qalam[4]. Sedangkan di
Selasa, 19 November 2013
Kisah al-Qur`an dalam Pandangan al-Jabiri
I. Pendahuluan
Perkembangan tafsir di era konptemporer diwarnai kemunculan para pengkaji tafsir dari lulusan fakultas non agama. Di samping para tokoh agama dan lulusan fakultas agama, terdapat sarjana teknik, kedokteran, pendidikan, ahli bahasa dan disiplin lain yang turut andil dalam memperkaya kajian tafsir. Sahrur seorang insiyur Syiria yang menulis al-Kitāb wa al-Qur`an; sayyid qutb lulusan sastra dan pendidikan dari Mesir dengan karyanya fi Ẓilāl al-Qur`an dan Mustafa Mahmud seorang dokter Mesir dengan karyanya al-Qur`an, Muḥāwalat li Fahm ‘Aṣrī adalah sebagian pengkaji tafsir yang berlatar belakang non sarjana agama.
Dari kalangan sarjana filsafat muncul nama Arkoun yang melakukan pembacaan surat al-Fātiḥah dengan menggunakan pendekatan semantik dalam karyanya al-Qur`an, min al-Tafsīr al-Mawrūth ila Taḥlīl al-Khiṭāb al-Dīnī; al-Jabiri yang melakukan pembacaan kisah al-Qur`an
Sabtu, 26 Oktober 2013
Tafsir Kontemporer, Antara Pro dan Anti Barat
I. Pendahuluan
Dunia pemikiran Islam, dan khususnya Arab, mengalami shock modernitas, setelah Barat hadir dengan peradaban moderennya di awal abad 19. Wabah inferioritas menghinggapi para sarjana muslim ketika berhadapan dengan Barat. Salah satu respon yang muncul dari persinggungan intelektual tersebut adalah gagasan reformasi agama yang dipelopori Jamaludin Afghani (1838 – 1897) dan muridnya, Muhammad Abduh (1849 -1905). Mereka menyerukan pembaruan
Selasa, 24 September 2013
Signifikansi Konteks (siyāq) dalam Tafsir
I. Pendahuluan
Suatu ayat dapat memperjelas maksud ayat lain dalam surat yang sama atau surat yang lain. Bahkan satu kalimat dapat memperjelas kalimat lain dalam ayat yang sama. Sebab, pada dasarnya al-Qur`an merupakan rangkain kalimat dalam sebuah wacana yang memiliki kesatuan tema dan maksud. Tiap kata yang membentuk satu kalimat dalam al-Qur`an saling terkait satu sama lain dan menggambarkan maksud utuh dari kalimat tersebut. Bagian-bagian dalam kalimat itu dapat mendukung dan memperjelas
Selasa, 30 Juli 2013
Metode Tafsir Ibnu Atiyyah
I. Pendahuluan
Menyambung apa yang disampaikan Ibnu Ḥazm tentang karya dan ulama kebanggaan Andaluisa, Ibnu Said menambahkan Tafsir Ibnu `Aṭiyyah sebagai karya Andalusia yang dikenal di barat maupun timur dan penulisnya termasuk tokoh ulama abad 6 H[1]. Ibnu `Ashūr memasukkan Tafsir Ibnu `Aṭiyyah di antara tafsir-tafsir terpenting yang menjadi rujukannya[2]. Tidak kurang dari 400 (empat ratus) kali Ibnu `Ashūr merujuk kepada pendapat Ibnu `Aṭiyyah. Hal yang sama juga dilakukan al-Qurtubī. Dalam tafsirnya, al-Qurtubī mengutip pendapat Ibnu `Aṭiyyah lebih dari 480 (empat ratus delapan puluh) kali. Bahkan Abu Ḥayyān
Rabu, 24 Juli 2013
Melihat Hubungan Muslim Dengan Non Muslim Melalui Penafsiran Surat al-Mumtahinah ayat 8
I. Pendahuluan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (الممتحنة:8)
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil[1].
Pembahasan mengenai hubungan muslim dengan non muslim selalu berakhir dengan terbentukya dua kutub yang saling berlawanan: toleran dan intoleran. Kutub intoleran umumnya memposisikan non muslim berhadap-hadapan secara diametral.
Jumat, 19 Juli 2013
Analisa Asbab al-Nuzul Al-Wahidi dan Al-Suyuṭi Pada Al-Nur 3 dan Al-Furqan 68-70
I. Pendahuluan
Memahami al-Qur’an tidak cukup hanya dengan mengandalkan penguasaan bahasa Arab, apalagi hanya dengan bekal terjemah. Dibutuhkan banyak piranti untuk dapat memahami al-Qur’an dengan benar agar tidak terjatuh dalam penafsiran yang arbriter. Salah satu piranti yang dibutuhkan dalam memahami al-Qur’an adalah asbāb al-nuzūl. Ibnu Daqīq al-‘Īd berkata, “Penjelasan sabab Nuzūl adalah jalan yang kuat untuk memahami al-Qur’an”[1]. Sementara al-Wāhidī menjelaskan, “tidak mungkin mengetahui penafsiran suatu ayat tanpa mengacu pada kisah ayat tersebut dan penjelasan turunnya.”[2]. Sedangkan Ibnu Taimiyah
Rabu, 03 Juli 2013
Kisah Nabi Adam Alayhi al-Salam dalam Al-Qur`an, Pendekatan Tafsir Tematik
A. Pendahuluan
Salah satu kisah yang dituturkan al-Qur`an adalah kisah Nabi Adam Alayhi al-Salām . Kisah nabi Adam Alayhi al-Salām dituturkan dalam fragmen-fragmen yang tersebar di berbagai surat. Masing-masing fragmen dituturkan dalam konteks wacana, style bahasa, dan sifat keluasan cerita yang berbeda. Jadi, kisah nabi Adam Alayhi al-Salām disebutkan lebih dari sekali di tempat yang berbeda tetapi dengan style bahasa, sifat keluasan dan dalam konteks wacana yang berbeda.
Hal itu dapat dipahami, sebab al-Qur`an bukanlah teks sejarah, meskipun di dalamnya terdapat kisah-kisah yang menceritakan tokoh dan kehidupan di masa lampau. Tujuan utama penuturan kisah
Kamis, 28 Maret 2013
Sejarah Pembukuan Al-Qur’an
I. Pendahuluan
Salah satu aspek kajian al-Qur’an yang paling mendapat perhatian dan menimbulkan banyak kontroversi adalah sejarah kodifikasi al-Qur’an dan pembakuan Mushaf Uthmānī. Sudah sejak abad 2 H. kajian sejarah al-Qur’an menjadi perhatian ulama Islam. Mereka melakukan kajian tentang perbedaan Mushaf yang beredar di beberrapa wilayah Islam. Ibnu Amir dengan Ikhtilāf Maṣāḥif al-Shām whn a al-Hijāz wa al-‘Irāq, al-Kisā`iy dengan Ikhtilāf Maṣāḥif Ahlu al-Madīnah wa Ahlu al-Kūfah wa Ahlu al-Baṣrah, Khalaf bin Hisyam dengan Ikhtilāf al Maṣāḥif dan Ibnu Abi Dawud al-Sijistāny dengan al- Maṣāḥif adalah beberapa contoh kajian sejarah al-Qur’an yang dilakukan ulama Islam. Karya Ibnu Abi Dawud inilah
Metode Tafsir Ibnu Ashur
I. Pendahuluan
Salah satu kerja keras yang paling patut dihargai adalah kerja keras seseorang dalam memahami makna al-Qur’an. Sejak masa sahabat hingga era kontemporer, sudah banyak upaya dilakukan dan bayak karya tafsir dibukukan untuk mendapatkan pemahaman yang benar dan menyeluruh terhadap ayat-ayat al-Qur’an.
Di antara kitab-kitab tersebut ada yang mendapatkan popularitas dan memang layak mendapatkannya. Ada pula yang layak mendapatkan perhatian besar, karena kualitas, kedalaman pembahasan, dan kemudahan bahasanya, namum
Artikel Terkini
PERKEMBANGAN LEMBAGA PERADILAN DARI MASA KENABIAN HINGGA DINASTI ABBASIYAH
Download versi pdf A. Pendahuluan Agama apapun tentu berisikan ajaran-ajaran tentang kebenaran dan petunjuk bagi penganutnya agar mendapatka...
Paling Sering Dibaca
-
Bapak Maftuh Shodiq Tambakboyo mungkin bukan siapa-siapa, bahkan mungkin tidak banyak santri yang mengenal dia. Tapi ketika pada 18 Juli 200...
-
I. Tentang Surat al-‘Alaq Surat al-‘ Alaq termasuk di antara surat yang memiliki lebih dari satu nama. Di samping disebut al-‘Alaq , surat i...
-
Di penghujung 2004 sebuah gempa yang disusul dengan tsunami menghantam salah satu wilayah Indonesia, Aceh. Tsunami Aceh yang disebut-sebut s...