Perjuangan politik umat Islam di Indonesia dalam setiap fase sejarahnya jarang terformat dalam proses tawar menawar yang seimbang dengan pemerntah. Pasang surut perjuangan umat Islam baik secara independen maupun melalui organisasi kemasyarakatan (ormas) memperlihatkan grafik mendatar dan hanya sesekali naik untuk kemudian menurun kembali. Dalam setiap babak perjuangannya hampir dapat dipastikan akan berkahir dengan terpinggirkannya
Kamis, 16 Januari 2014
Sabtu, 30 Maret 2013
Propaganda Paus Urbanus II, Sejarah Perang Salib Dalam Perspektif Penulis Barat
A. Pendahuluan
Sebuah kartu pos Perancis pada perang dunia I bergambar karikatur kaisar Jerman, Wilhem II, sedang menginggit bola dunia. Kartu pos ini merupakan propaganda yang menggiring opini publik bahwa Jerman sedang menebar ancaman militer ke seluruh dunia, termasuk Perancis. Media propaganda di Inggris dan Amerika Serikat pada perang dunia I juga berhasil menggiring opini publik bahwa Jerman adalah bangsa barbar yang kejam. Pada perang dunia II propaganda Hitler berhasil memobilisasi dukungan rakyat untuk berperang melawan sekutu yang merugikan kepentingan Jerman. Hitler juga berhasil meyakinkan rakyatnya untuk berkorban demi kajayaan bangsa Aria.
Kamis, 28 Maret 2013
Kekuasaan Etnis Mawali di Timur Islam, Menguak Sejarah Thahiriyah, Samaniyah dan Ghaznawiyah
A. Pendahuluan
Sebelum datangnya Islam, Iran, Iraq, Transoxania[1], Sijistan (sekarang disebut Afganistan) dan Khurasan menjadi wilayah kekuasaan Imperium Persia. Penaklukan wilayah kekuasaan Persia oleh pasukan Islam dimulai sejak masa Abu Bakar.Pada tahun 13 H di bawah kepemimpinan panglima Kholid bin Walid pasukan Islam berhasil menumbangkan kekuasaan Hera di Irak Utara yang merupakan kerajaan satelit Persia. Penaklukan ini berlanjut pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Dalam perang Qadisiyah (sekarang masuk wilayah Kuwait) tahun 16 H, pasukan Islam yang dipimpin Sa’ad bin Abi Waqhos berhasil memukul mundur pasukan Persia
Senin, 05 November 2012
Perekonomian Hijaz dan Najd Pra Islam
Sebagian sangat besar suku suku Arab di Najd memiliki pola kehidupan nomaden. Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain secara berkelompok. Sedangkan di Hijaz ada beberapa suku yang sudah mengikuti pola kehidupan menetap, seperti Quraisy di Makkah; Aus dan Khazraj di Madinah dan Tsaqif di Thaif. Baik yang menetap ataupun nomaden, suku-suku Arab Hijaz dan Najd memiliki kehidupan yang masih sanggat sederhana
Kebudayaan Pra Islam Dari Sudut Pandang Arab Centris
Secara diakronik perkembangan suatu kebudayaan merupakan kesinambungan dari kebudayaan sebelumnya. Kemajuan Barat merupakan kelanjutan dari kejayaan kebudayaan Arab. Dan kemajuan kebudayaan Arab berhutang budi terutama kepada kebudayaan Yunani
Artikel Terkini
PERKEMBANGAN LEMBAGA PERADILAN DARI MASA KENABIAN HINGGA DINASTI ABBASIYAH
Download versi pdf A. Pendahuluan Agama apapun tentu berisikan ajaran-ajaran tentang kebenaran dan petunjuk bagi penganutnya agar mendapatka...
Paling Sering Dibaca
-
Bapak Maftuh Shodiq Tambakboyo mungkin bukan siapa-siapa, bahkan mungkin tidak banyak santri yang mengenal dia. Tapi ketika pada 18 Juli 200...
-
I. Tentang Surat al-‘Alaq Surat al-‘ Alaq termasuk di antara surat yang memiliki lebih dari satu nama. Di samping disebut al-‘Alaq , surat i...
-
Di penghujung 2004 sebuah gempa yang disusul dengan tsunami menghantam salah satu wilayah Indonesia, Aceh. Tsunami Aceh yang disebut-sebut s...